Bagaimana TBCT Bisa Membantu Mengatasi Permasalahan Pernikahanmu

Pertengkaran yang terus menerus dalam pernikahan seringkali terjadi bukan karena kalian tidak saling menyayangi, tetapi lebih karena cara kalian berinteraksi ternyata saling melukai. Ketika keluhan dari pasangan sering dijawab dengan pembelaan, permintaan disampaikan dengan cara yang lebih mirip seperti tuntutan, dan perhatian semakin jarang diberikan, masalah kecil saja akan cukup untuk memicu pertengkaran besar. Kamu mungkin sudah berkali-kali berkata ke pasangan, “Kita harus lebih baik lagi nih,” tetapi ketika situasi yang sama muncul, tetap saja respons lama kalian kembali terulang. Traditional Behavioral Couple Therapy atau TBCT membantu kalian memulihkan hubungan berdasarkan satu gagasan yang cukup sederhana: hubungan dapat berubah ketika pola perilakunya diubah. Karena itu, TBCT fokus pada perubahan perilaku positif, pelatihan komunikasi, dan pemecahan masalah yang lebih efektif.

TBCT dapat membantu karena dalam pendekatan ini kamu dan pasanganmu diajak untuk saling melihat perilaku masing-masing kepada pasangan, dan bagaimana perilaku tersebut memengaruhi hubungan kalian. Ketika perhatian, penghargaan, afeksi, atau kerja sama semakin jarang muncul, sementara kritik, penarikan diri, atau respons negatif semakin sering terjadi, hubungan dapat masuk ke dalam pola yang makin tidak menyenangkan bagi kedua pihak. Karena itu, salah satu bagian penting TBCT adalah behavior exchange: kamu dan pasanganmu belajar meningkatkan berbagai perilaku positif yang penting bagi kalian dan mengurangi kebiasaan yang justru memperburuk interaksi. Pada saat yang sama, kamu dan pasanganmu akan dilatih bagaimana menyampaikan keinginan dengan lebih jelas, mendengarkan respons pasangan, dan menghadapi masalah secara lebih terstruktur. Jadi, perubahan tidak berhenti pada menyadari bahwa “kami memang sedang bermasalah”; krena akan dilanjutkan untuk membahas satu pertanyaan penting: hal berbeda apa yang perlu mulai saya lakukan ketika berinteraksi dengan pasangan saya?

Berbeda dengan pendekatan terapi pasangan yang lebih banyak menekankan eksplorasi pengalaman batin, makna hubungan, atau penerimaan terhadap perbedaan, TBCT tidak mengubah hubungan hanya dengan menyadari saja, melainkan dengan perubahan perilaku yang dipraktikkan secara langsung. Ketika kamu dan pasanganmu sering bertengkar tentang pembagian pekerjaan rumah, misalnya, terapi tidak hanya berhenti pada pembicaraan tentang bagaimana masing-masing merasakan konflik tersebut. Kamu dan pasanganmu justru akan dibantu untuk mendefinisikan masalah dengan lebih spesifik, menyampaikan apa yang dibutuhkan, menghasilkan beberapa alternatif solusi, memilih kesepakatan yang realistis, lalu mencoba menerapkannya. Demikian pula ketika komunikasi selalu berubah menjadi serangan dan pembelaan diri, kamu dan pasanganmu dapat berlatih cara berbicara dan mendengarkan yang berbeda dari sebelumnya. Dengan demikian, TBCT melihat perubahan hubungan sebagai sesuatu yang perlu dilatih dibkeseharian kita, bukan hanya cukup dipahami saja.

Salah satu keunggulan utama TBCT adalah bahwa pendekatan ini sangat konkret, terstruktur, dan mudah diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari. Kamu dan pasanganmu jadi dapat mengetahui secara jelas tentang apa yang sedang dilatihkan dan perubahan apa yang ingin dicapai. Jika selama ini kamu dan pasanganmu jarang menunjukkan apresiasi, misalnya, kalian akan diajak untuj memperbanyak perilaku positif. Jika konflik selalu berakhir tanpa solusi, kalian dapat dibantu untuj mempraktikkan langkah-langkah pemecahan masalah. Jika kebutuhan disampaikan dalam bentuk kritik, kalian dapat belajar menyatakannya secara lebih spesifik dan konstruktif. Karena fokusnya terletak pada perilaku yang dapat diamati dan dipraktikkan, kemajuan juga lebih mudah dilihat: apakah kamu dan pasanganmu mulai lebih sering memberi respons positif, apakah percakapan menjadi lebih efektif, dan apakah persoalan tertentu mulai dapat diselesaikan. Bagi pasangan yang berkata, “Kami sudah tahu masalah kami, tetapi tidak tahu harus melakukan apa,” karakter TBCT yang praktis ini menjadi akan sangat membantu.

Pada intinya, TBCT membantu pernikahan dengan cara mengubah perilaku kita ke pasangan. Kamu dan pasanganmu akan belajar memperbanyak interaksi yang membuat hubungan terasa lebih positif, berkomunikasi dengan cara yang lebih membantu, serta memecahkan masalah tanpa terus mengulang pola lama. Tujuannya bukan membuat kalian jadi tidak pernah konflik lagi, tetapi membantu kalian memiliki respons yang lebih efektif ketika kalian berkonflik. Sebab hubungan tidak hanya dibentuk oleh apa yang kita rasakan terhadap pasangan, tetapi juga oleh apa yang kita lakukan kepadanya. Kadang pernikahan mulai berubah bukan ketika pasangan kita akhirnya bisa mengerti, tetapi ketika kita yang mulai melakukan sesuatu yang berbeda ke pasangan kita.